Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad
Halaman 1 — Uang Itu Sudah Ada Tapi Lo Nggak Mau Ambil
Ini fakta yang banyak orang nggak mau akui: kadang masalahnya bukan karena nggak ada uang… tapi karena lo sendiri yang nggak ambil kesempatan itu. Peluangnya ada, jalannya ada, bahkan caranya juga sudah jelas— tapi lo tetap diam.
Banyak orang berharap rezeki datang dari sesuatu yang besar dan instan. Padahal sering kali, rezeki itu sudah ada di depan mata dalam bentuk sederhana. Tapi karena kelihatannya “kecil”, mereka anggap remeh dan akhirnya dilewatkan begitu saja.
Wa fī as-samā’i rizqukum wa mā tū‘adūn
Artinya: “Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz-Dzariyat: 22)
Rezeki itu sudah diatur, tapi cara menjemputnya tetap butuh usaha. Allah buka jalan, tapi manusia yang harus melangkah. Jadi kalau jalan itu sudah jelas, tapi lo tidak bergerak, jangan heran kalau hasilnya juga tidak datang.
Japripay itu salah satu bentuk jalan itu. Sistemnya sudah ada, peluangnya sudah jalan, orang-orang sudah mulai dapat hasil. Tapi yang jadi pertanyaan: lo di posisi mana? Yang ambil peluang… atau yang cuma lihat dari jauh?
Law anna ibna Ādama haraba min rizqihi kamā yahrubu minal-maut la adrakahū rizquhu kamā yudrikuhul-maut
Artinya: “Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan tetap mendatanginya sebagaimana kematian mendatanginya.”
Rezeki itu pasti datang. Tapi bentuknya bisa lewat peluang. Dan kalau peluang itu lo abaikan, bisa jadi rezeki itu berpindah ke orang lain yang lebih siap mengambilnya.
Jadi berhenti bilang “nggak ada uang.” Karena bisa jadi uang itu sudah ada di depan lo— tapi lo sendiri yang nggak mau ambil langkah untuk mendapatkannya.
Halaman berikut (2/10): “Peluang Itu Datang, Tapi Nggak Semua Orang Mau Ambil”
Kita akan bahas kenapa banyak orang lihat peluang, tapi sedikit yang benar-benar jalan.